Dermoram

Panduan

Apa itu eksfolian kimia dan bagaimana cara memakainya?

Kulit memproduksi sel baru setiap hari dan mendorong sel lama ke permukaan. Saat siklus ini melambat, sel kulit mati menumpuk: kulit terlihat kusam dan kasar, serta pori mudah tersumbat. Eksfolian mengangkat tumpukan ini. Produk berbahan asam untuk dipakai di rumah disebut eksfolian kimia, dan jika dipakai dengan benar hasilnya jauh lebih lembut dan merata dibanding scrub berbutir.

3 menit baca Diperbarui:

Eksfolian kimia (AHA/BHA)

Posisinya dalam rutinitas

  1. Bersihkan
  2. Seimbangkan
  3. Rawat
  4. Lembapkan
  5. Lindungi

Beda AHA, BHA, dan PHA

AHA (alpha hydroxy acid) larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit. Glycolic acid punya molekul paling kecil, jadi paling efektif tetapi juga paling mungkin terasa perih; lactic acid lebih lembut dan melembapkan, sedangkan mandelic acid dengan molekulnya yang besar lebih dipilih untuk kulit sensitif. AHA membantu kulit kasar, kusam, garis halus, dan flek matahari.

Di dunia skincare, BHA berarti salicylic acid. Karena larut dalam minyak, ia bisa masuk ke dalam pori; pilihan terbaik untuk kulit berminyak dengan komedo hitam, komedo putih, dan jerawat. PHA (gluconolactone, lactobionic acid) adalah kelompok bermolekul paling besar dan paling lembut; titik awal yang baik untuk kulit sensitif atau rosacea.

Eksfoliasi kimia atau fisik?

Eksfolian fisik (mekanis) mengangkat sel kulit mati dengan cara menggosok, lewat krim berbutir atau sikat. Butiran besar dan tidak rata (seperti cangkang kacang yang dihaluskan) bisa membuat luka mikro di permukaan kulit dan memperparah iritasi, terutama saat ada jerawat aktif atau kulit sensitif.

Eksfolian kimia melarutkan ikatan antarsel sehingga pengelupasan lebih merata. Karena itu dokter kulit umumnya menyarankan eksfolian kimia berkadar rendah untuk pemakaian di rumah. Kalau kamu suka scrub, pilih yang butirannya sangat halus dan bulat, lalu pakai seminggu sekali dengan tekanan sangat ringan.

Memilih sesuai jenis kulit

  • Kulit berminyak, berkomedo, dan berjerawat: toner atau serum salicylic acid (BHA)
  • Kulit kering, kusam, dan kasar: lactic acid atau glycolic acid kadar rendah
  • Flek matahari dan garis halus: glycolic acid; sunscreen pagi wajib
  • Kulit sensitif dan rosacea: PHA atau mandelic acid; jangan pakai asam jika kulit sedang iritasi
  • Flek dan bekas jerawat: azelaic acid bekerja sebagai eksfolian ringan sekaligus pencerah flek

Cara pakai dan frekuensinya

Oleskan produk asam di malam hari pada kulit yang sudah dibersihkan dan kering. Toner dengan kapas, serum beberapa tetes; hindari area mata dan bibir. Mulai satu sampai dua malam per minggu; setelah dua sampai tiga minggu, jika kulit nyaman, naikkan ke tiga sampai empat malam. Pemakaian setiap hari hanya untuk produk lembut berkadar rendah, setelah kulit benar-benar terbiasa.

Pada masker peeling yang dibilas, selalu patuhi waktu pemakaian; membiarkannya lebih lama tidak menambah manfaat, justru menambah iritasi. Selama memakai asam dan seminggu setelahnya, pakai sunscreen spektrum luas setiap pagi: AHA membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.

Jangan menumpuk retinol dan asam di malam yang sama. Jadwal seperti asam di hari Senin dan Kamis, retinol di malam lainnya, dan hanya pelembap di antaranya jauh lebih ramah untuk kulit.

Tanda-tanda over-eksfoliasi

Kesalahan paling umum dengan asam adalah mengira makin banyak makin baik. Saat skin barrier rusak, kulit justru bisa tampak lebih kusam dan bermasalah.

  • Pelembap yang biasa dipakai pun terasa perih atau panas
  • Kemerahan, rasa ketarik, dan kulit mengelupas yang terus-menerus
  • Kulit tampak seperti lilin, terlalu mengilap, "seperti plastik"
  • Jerawat kecil dan sensitivitas yang sebelumnya tidak ada
  • Jika muncul tanda-tanda ini, hentikan semua asam dan retinoid, lalu selama satu sampai dua minggu pakai hanya pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen

Pertanyaan umum

Berapa kali seminggu eksfoliasi kimia di rumah?

Untuk awal, satu sampai dua kali seminggu. Jika kulit terbiasa tanpa iritasi, bisa naik ke tiga sampai empat kali seminggu. Masker bilas berkadar tinggi sebaiknya tetap seminggu sekali.

Bolehkah memakai asam di cuaca terik?

Boleh, tetapi SPF 30–50 setiap pagi dan pengulangan sepanjang hari wajib. Jika kamu akan lama di bawah matahari atau sedang liburan, lebih aman berhenti dulu memakai asam.

Bolehkah salicylic acid dan glycolic acid dipakai bersamaan?

Ada produk yang mengandung keduanya dan cocok untuk sebagian kulit. Tetapi memakainya di malam yang berbeda, alih-alih menumpuk dua produk asam, menurunkan risiko iritasi.

Bolehkah memakai eksfolian kimia saat hamil?

Glycolic, lactic, dan azelaic acid berkadar rendah umumnya dianggap bisa dipakai. Pemakaian salicylic acid berkadar tinggi atau di area luas dihindari. Selama hamil, konsultasikan setiap produk baru dengan doktermu.

Artikel ini hanya untuk informasi umum dan bukan saran medis. Jika kamu punya penyakit kulit, sedang hamil, atau rutin minum obat, konsultasikan dengan dokter kulit atau apoteker sebelum mulai produk baru.

Produk apa yang cocok untukmu?

Jawab beberapa pertanyaan dan dapatkan rutinitas pagi dan malam sesuai jenis kulit dan tujuanmu, dalam tiga pilihan budget.

Buat rutinitasku